Titah Pemerintah Jaga Ulama Apa Pun Kiblat Politiknya

Foto: Menko Polhukam Mahfud Md.

Jakarta – Peristiwa penusukan yang menimpa pendakwah Syekh Ali Jaber membuat sejumlah pihak bereaksi, tidak terkecuali pemerintah. Titah pun terlontar dari ‘mulut’ pemerintah.

Menko Polhukam Mahfud Mdmenginstruksikan aparat untuk melindungi para ulama. Satu hal yang perlu digarisbawahi dari instruksi Mahfud, yakni lindungi ulama tanpa perlu memandang kiblat politiknya.

“Saya sudah menginstruksikan kepada seluruh aparat baik aparat keamanan maupun intelijen bahkan saya sudah minta BNPT, kemudian Densus, bahkan bersama Kepolisian, Kaba Intelkam juga sudah, minta agar menyelidiki kasus ini dengan sebaik-baiknya dan setransparan mungkin,” kata Mahfud melalui rekaman video di akun Instagram-nya, seperti dilihat detikcom, Senin (14/9/2020).

“Oleh sebab itu kepada semua aparat yang saya sebutkan tadi dari sekarang supaya terus melakukan pemantauan dan perlindungan penuh kepada dai terutama para ulama. Dai apapun pandangan politiknya itu harus dilindungi saat berdakwah,” imbuhnya.

Syekh Ali Jaber (Foto: Tangkapan layar YouTube BNPB)

Perlindungan terhadap para ulama tidaklah sesuatu yang berlebihan. Sebab, sebut Mahfud, budaya baik yang ada dalam Bangsa Indonesia selama ini berasal dari dakwah yang disampaikan para Ulama.

“Karena kita selama ini, Bangsa Indonesia budaya-budaya yang baik ditimbulkan dari pendakwah-pendakwah yang telah bekerja ikhlas, para ulama kita. Kalau pemerintah sendiri tidak akan mampu membangun Indonesia ini tanpa peran serta para Ulama dan dakwah yang telah bekerja Ikhlas,” papar Mahfud.

Mahfud sendiri menilai Syekh Ali Jaber sebagai seorang pendakwah yang baik. Syekh Ali Jaber juga merupakan salah seorang ulama yang pernah diundang Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk buka puasa dan salat berjamaah.

“Syekh Jaber ini orang yang khusus datang dari Timur Tengah dengan biaya sendiri untuk berdakwah di Indonesia dan dakwahnya baik. Tahun 2011, saya bersama Presiden SBY dan ketua lembaga negara mendengarkan ceramah beliau itu di rumah Ketua DPR RI Marsudi Ali,” ungkap Mahfud.

“Pak Jokowi juga mengundang beliau buka puasa bersama, salat bersama. Jadi orangnya orang baik,” sambung dia.

Mahfud pun berharap apa yang menimpa Syekh Ali Jaber tidak dialami ulama lainnya. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu mewanti-wanti aparat agar bekerja sebaik-baiknya.

“Oleh sebab itu, orang-orang sebaik ini jangan sampai mengalami hal seperti itu, sehingga semua aparat, saya instruksikan agar bekerja sebaik-baiknya,” ucap Mahfud.

Syekh Ali Jaber sendiri meminta umat Islam dan masyarakat agar tidak terprovokasi atas penikaman yang menimpanya. Dia meminta umat tetap tenang.

“Saya ingin sampaikan kepada umat dan masyarakat jangan sampai terprovokasi dengan kejadian ini dan tetap menjaga ketenangan dan kebersamaan serta kesatuan karena ini adalah ujian,” kata Syekh Ali Jaber saat melakukan konferensi pers di Bandarlampung, Senin (14/9) seperti dilansir Antara.

Dia meminta agar seluruh elemen masyarakat tetap bersabar dan tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum apapun ataupun berburuk sangka kepada siapapun. Dia meminta warga tetap berbaik sangka.

Memang beredar isu-isu kok kalau ulama yang diserang, pelakunya dibilang orang gila tapi kalau pelakunya dibilang teroris. Sabar.. sabar..kiami harus berbaik sangka karena banyak orang mau memadamkan cahaya Al-Qur’an tapi yakini tidak ada yang mampu padamkan cahaya itu,” ucap dia.

“Bahkan dengan kejadian ini membuat saya lebih semangat lagi dalam melanjutkan dakwah, maka kemarin saya minta acara di Lampung jangan ditunda dan digeserkan sedikitpun,” lanjutnya.[DetikNews]

Bagikan dengan klik salah satu sosmed dibawah ini :

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.