Suasana di Kerajaan Prabu Siliwangi, Begini Kesaksian Tome Pires, Penjelajah Portugis

 Suasana di Kerajaan Prabu Siliwangi, Begini Kesaksian Tome Pires, Penjelajah Portugis

Kerajaan Pajajaran di masa Prabu Siliwangi ada di tahap kejayaan. Suasana di dalam lingkungan keraton pun nampak makmur.

Kesaksian mengenai suasana di Kerajaan Pajajaran di era Prabu Siliwangi, Sri Baduga Maharaja digambarkan dalam laporan Tome Pires.

Penjelajah Portugis dan penulis buku Summa Oriental itu, menghabiskan waktu di Malaka mulai tahun 1512 sampai dengan 1515.

Dia juga membuat laporan kepada Gubernur Jenderal Portugis, Alfonso de Albuquerque, terkait kondisi Kerajaan Sunda.

Adapun buku Summa Oriental tersebut disusun saat dia berada di Malaka. Kemudian diselesaikan di India, saat hendak kembali ke Portugal.

Terkait dengan suasana di Pakuan Pajajaran yang ketika itu dipimpin Prabu Siliwangi, Tome Pires menggambarkan sebagai sebuah tempat yang maju.

Dikutip dari Buku Hitam Putih Pajajaran, Tome Pires mengungkapkan bahwa rumah-rumah di Pakuan Pajajaran sudah sangat baik. Terbuat dari kayu dan beratap sejenis palma.

Keraton Pajajaran Memiliki Banyak Tiang

Sementara di kerajaan tempat raja tinggal, terdapat sebuah istana yang memiliki 330 tiang kayu. Yang besarnya setara sebuah peti anggur.

Untuk ketinggiannya disebutkan dia setara 5 fathom atau dalam konversi satuan meter, 1 fathom setara 1,8 meter.

Tidak sekadar tiang, di setiap penyangga pada bagian atas diberikan hiasan yang sangat indah.

Dari cerita Tome Pires, lokasi yang dimaksud adalah Pakuan Pajajaran, Ibu Kota Kerajaan Sunda.

Menurut Carita Parahiyangan, puncak Kerajaan Pajajaran memang terjadi pada era kepemimpinan Prabu Siliwangi. Meski hanya memimpin selama 39 tahun, namun kepemimpinannya masih dikenang.

Prabu Siliwangi tidak hanya menjadi raja, namun mempelopori banyak pembangunan infrastruktur seperti pengerasan jalan, pembangunan parit sebagai pertahanan, sistem irigasi hingga danau.

Masyarakatnya ketika itu sudah hidup dengan mata pencaharian sebagai petani. Mereka menghasilkan buah-buahan, sayuran, padi dan lada. Inilah yang menjadi komoditas perdagangan utama.

Perdagangan lewat Laut

Namun penyokong ekonomi utama Pajajaran adalah lada. Rempah-rempah ini diperjualbelikan lintas negara dan menjadi komoditas perdagangan utama.

Bahkan ketika Pajajaran melakukan perjanjian dengan Portugis, komoditi lada inilah yang dijadikan sebagai imbal balik kepada sekutunya dalam pertahanan di laut tersebut.

Perjanjian dengan Pajajaran ditempuh Prabu Siliwangi, karena menyadari bahwa pelabuhan menjadi penopang ekonomi dan perdagangan kerajaan.

Karenanya, dia perlu menjaga keamanan dan kedaulatan di laut dari serangan musuh ataupun gangguan lainnya. (yud)

Sumber : Radar Cirebon

Bagikan dengan klik salah satu sosmed dibawah ini :

Related post