Lapang Latih Soccer Si Jalak Harupat Banyak Diminati, Namun Aturan Biaya Sewa Belum Mengikat

 Lapang Latih Soccer Si Jalak Harupat Banyak Diminati, Namun Aturan Biaya Sewa Belum Mengikat

Lapang Latih Soccer Si Jalak Harupat Banyak Diminati, Namun Aturan Biaya Sewa Belum Mengikat

BANDUNG – Lapang Mini Soccer Si Jalak Harupat menjadi primadona para pecinta olahraga Sepak Bola di Kabupaten Bandung, namun untuk mempergunakan lapang latih tersebut diperlukan proses, lantas seperti apa proses yang dimaksud ?

Kepala UPT Si Jalak Harupat Bandung, Agus Subasman mengatakan, untuk dapat menggunakan lapang latih sintesis tersebut, para calon pengguna terlebih dahulu harus menyampaikan surat permohonan terhadap Dispora Kabupaten Bandung.

“Jadi, para calon pengguna mini soccer itu, harus mengirim surat permohonan ditujukan terhadap Dispora Kabupaten Bandung, setelah itu baru pihak UPT akan menyesuaikan jadwal hari dan waktu penggunaannya,” katanya.

Setelah terjadwal, lanjut Agus, maka para calon pengguna dapat beraktivitas olahraga sepak bola dilapang latih berstandar internasional dan bersertifikat FIFA tersebut, tentunya dengan biaya sewa sebesar Rp. 1 juta per jam.

“Untuk biaya sewa sendiri, Dispora melalui UPT menarif Rp. 1 juta per jam, dan ini sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung,” ujarnya.

Disinggung terkait aturan tersebut, Selasa (21/6/22) Agus menjelaskan bahwa, jasa retribusi penggunaan lapang latih tersebut masih mengacu terhadap Peraturan Daerah (Perda) Nomor 18 Tahun 2017 Tentang Retribusi Jasa Usaha.

“Dalam pasal 33 dijelaskan bahwa, jenis retribusi Stadion Sepak Bola untuk latihan sebesar Rp. 3 juta, namun diakui akibat belum adanya regulasi yang mengatur retribusi mini soccer, maka bersipat kebijakan yakni Rp. 1 juta per jam,” jelasnya.

Sekedar informasi, Dispora Kabupaten Bandung saat ini tengah membahas terkait dengan regulasi menyangkut lapang latih mini soccer yang kerap digunakan baik oleh klub bola lokal maupun oleh masyarakat secara umum sesuai jadwal yakni mulai pukul 08.00 wib hingga 22.00 wib.

“Saat ini kami sedang memohon terhadap Pemkab Bandung melalui Bagian Hukum, untuk membahas kaitan dengan aturan fisilitas olahraga tersebut, apakah berbentuk perubahan perda, atau justru bisa melahirkan Peraturan Bupati (Perbup),” ucap Agus.

Oleh karena itu, Agus berharap agar payung hukum yang mengatur lapang latih menggunakan rumput buatan, namun tidak panas ketika matahari sedang terik karena di bagian bawahnya menggunakan pasir putih untuk menyerap panas tersebut, segera di tetapkan.

“Sebagai pengelola, kami berharap agar venue mini soccer atau lapang latih itu segera memiliki aturan yang tetap dan mengikat sehingga tidak bertabrakan dengan aturan-aturan yang tidak memikat,” pungkasnya.@eko

Bagikan dengan klik salah satu sosmed dibawah ini :

MPO GOLKAR JAWA BARAT

https://golkarjabar.com

Related post