DPRD Jabar Dorong Studi Kekinian Di Jabar Sesuai Kebutuhan Zaman

 DPRD Jabar Dorong Studi Kekinian Di Jabar Sesuai Kebutuhan Zaman

Anggota DPRD Jawa Barat, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi./visi.news/eko aripyanto

|BANDUNG – Program studi kekinian sesuai dengan kebutuhan zaman harus diciptakan stakeholder dan dosen perguruan tinggi di Jawa Barat (Jabar) guna menghasilkan sumber daya manusia yang cakap terhadap revolusi digital.

Hal tersebut dikatakan Anggota DPRD Jabar, Reynaldi menurutnya, stakeholder hingga dosen perguruan tinggi harus menyiapkan skema terbaik saat memberikan pembelajaran untuk merespons disrupsi pandemi Covid-19 dan disrupsi digital.

“Poin terbesar, jangan hanya business as usual, tapi lakukan terobosan yang saat ini dibutuhkan menghadapi perubahan zaman ini, seperti prodi “(renewable energy), teknologi media sosial, teknologi pangan yang menjawab revolusi digital,” katanya.

Selain itu, lanjut Reynaldi, dosen di perguruan tinggi di masa depan tidak akan menjadi distributor ilmu, melainkan sebagai pemilah ilmu yang akan dipelajari oleh mahasiswanya, hal tersebut menjadi tantangan berat di Jabar, dengan adanya revolusi digital dengan ekonomi, kemudian disrupsi pandemi yang mengubah cara kita hidup, itu harus direspons.

“Insya Allah, kalau perguruan tinggi pandai beradaptasi, maka mimpi Indonesia negara maju, sebagian besar disumbang dari SDM yang diproduksi oleh perguruan tinggi, khususnya di Jabar,” ujarnya.

Jumlah penduduk di Jabar terbesar se-Indonesia, hal tersebut menjadi tantangan berat bagi Provinsi Jabar, namun keuntungannya berbanding lurus dengan jumlah universitas dan perguruan tinggi yang mencapai 450.

“Jadi provinsi dengan penduduk terbesar ini jumlah perguruan tingginya juga terbanyak, ada 450, jadi untuk menuju G-20, harus dipersiapkan sehingga bisa mencapai peringkat 16,” ungkap Reynaldi.

Terakhir, guna mengejar mimpi Indonesia menjadi negara maju di 2045 dan Provinsi Jabar merupakan poros utama dalam menunjang dunia pendidikan mencapai peringkat empat di G-20 untuk 20 tahun mendatang.
“Hal tersebut dapat terwujud asalkan para stakeholder dan dosen siap merespons adaptasi kebiasaan baru pascapandemi Covid-19,” pungkasnya.@eko.

sumber : visinews

Bagikan dengan klik salah satu sosmed dibawah ini :

Related post