Bantah Soal Masuk Golkar, Ridwan Kamil: Ada Beberapa Partai Juga yang Menawari

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat melakukan konferensi pers pada beberapa hari yang lalu. (Soni Utomo/Jabar Ekspres).

golkarjabar.com, Bandung – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil membantah isu soal dirinya akan menjabat Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Provinsi Jawa Barat.

Diketahui sebelumnya, Ridwan Kamil dikabarkan masuk ke partai Golkar sebagai kendaraan menuju pesta demokrasi tahun 2024 mendatang.

“Saya kira itu informasi tidak betul, itu saja,” ucap Emil usai rapat Koordinasi Gugus Tugas Covid-19 di Mapolda Jabar, Senin (22/2).

Supaya masyarakat percaya, ia pun memberikan contoh soal pendekatan formula seorang politisi ketika ingin bergabung dengan partai.

“Kalau betul saya ke Golkar, mungkin sejak kemarin Musda sudah ada pergerakan. Kan ini tidak ada,” katanya.

Mesti membantah, ia pun mengaku telah ditawari menjadi pemimpin di berbagai partai politik di Jabar. Namun kata dia, saat ini dirinya enggan untuk menerima.

“Saya ini ditawari untuk memimpin partai-partai di Jabar. Ada beberapa. Tapi semuanya tidak saya penuhi. Karena saya sedang berkonsentrasi memastikan kerja Gubernur Jabar sesuai sumpah saya,” jelasnya.

Ia pun menegaskan, soal kabar dirinya bakal menjadi pemimpin DPW Golkar Jabar jangan ditanggapi lagi. Sebab dirinya sedang berfokus terhadap penanganan Covid-19.

“Jadi info itu keliru, jangan dikutip-kutip lagi. Kita fokus urusan per-Covid-an dan perbencanaan saja,” tutupnya.

Asep Suparman, Wakil Sekretaris Bidang Pemenangan Pemilu DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat.

“Semetara itu di tempat terpisah, Wakil Sekretaris Bidang Pemenangan Pemilu DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat, Asep Suparman mengungkapkan, bahwa di Partai Golkar itu untuk menjadi seorang Ketua ada aturan main nya yang tertuang didalam AD/ART dan PO Partai Golkar, yang mana untuk menjadi Ketua itu minimal pernah aktif dikepengurusan Partai Golkar minimal 5 tahun atau menjadi pengurus minimal satu periode penuh atau juga menjadi pimpinan ormas pendiri Partai Golkar, yaitu MKGR, KOSGORO 1957 atau SOKSI, pungkasnya”.

[Jabarexpres]

Bagikan dengan klik salah satu sosmed dibawah ini :

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.