Airlangga Hartarto : Pemerintah Akan Mereformasi Sistem Perlindungan Sosial

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (tengah) sedang mengikuti Rapat Terbatas di Istana Negara

golkarjabar.com, Jakarta – Pagi tadi, Menko Perekonomia Airlangga Hartarto mengikuti Rapat Terbatas yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo mengenai ‘Reformasi Sistem Perlindungan Sosial’. Dalam kesempatan tersebut, Presiden secara tegas memberikan amanat untuk menata ulang sistem perlindungan sosial di Indonesia.

Reformasi sistem perlindungan sosial bertujuan untuk menurunkan tingkat kemiskinan, terutama pada level yang paling bawah, yaitu extreme proverty.

Menurut data Bappenas, saat ini, extreme proverty kita berada pada kisaran 2,5-3 persen. Untuk itu, pemerintah melalui Kementerian Bappenas akan segera menindaklanjuti upaya penyusunan ulang yang timeframe-nya sampai dengan tahun 2024.

Langkah krusial yang akan dilakukan adalah perbaikan basis data atau database terkait penyaluran perlindungan sosial agar dapat berjalan tepat sasaran dan efektif. Selain itu, pemerintah juga akan menyatukan program bantuan sosial dengan melakukan pengklasifikasian kelompok penerima manfaat. Tujuannya agar skema bantuan sosial menjadi lebih terintegrasi dan tepat manfaatnya.

Teman-teman semua, kita berharap ikhtiar ini akan mendorong perwujudan kesejahteraan dan percepatan pemulihan ekonomi nasional secara lebih baik lagi. Sesuai arahan Bapak Presiden, pada tahun 2024 angka extreme poverty kita diharapkan bisa menjadi nol persen.

Presiden Joko Widodo juga telah meluncurkan program Bantuan Sosial Tahun 2021 melalui 3 Program Bansos, yaitu Program Keluarga Harapan, Program Sembako, dan Bantuan Sosial Tunai dalam rangka mengatasi dampak pandemi.

Semoga semua program bantuan dapat segera diberikan kepada seluruh penerima dan bermanfaat untuk membantu perekonomian keluarga, pungkasnya.@imf

Bagikan dengan klik salah satu sosmed dibawah ini :

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.